Tentang LK3
LK3 adalah organisasi nirlaba yang independent dan non partisan. Kata “Islam” tercantum dalam nama lembaga bersifat historis, karena semula LK3 didirikan atas keterpanggilan pada kondisi pemahaman umat Islam Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin. Beberapa kajian dan diskusi mengawali kegiatan dan mengkristalkan agar perlunya sebuah lembaga yang turut mendorong perkembangan kualitas SDM umat Islam di Kalimantan Selatan.
Umat Islam sebagai mayoritas dan sebagai titik perhatian dari lembaga, bukan dalam pandangan eksklusif, tapi oleh sebuah keprihatinan karena Islam tidak dilihat secara kaffah (menyeluruh) sehingga tidak dipedomani dengan komplit. Ketika Islam dipahami dengan utuh maka ia menjadi inklusif, yang melihat kebenaran ada pada semua golongan. Pendekatan inklusif adalah pendekatan yang sangat tidak mengedepankan Islam sebagai simbol, tapi Islam sebagai salah satu agama yang menuntun hidup teratur, berbudaya, tenggang rasa, solider dan penuh tatanan nilai luhur yang mungkin juga ada pada agama dan golongan lain diluar Islam.
Sejak didirikan tanggal 18 Januari 1994, LK3 setiap bulan melakukan kajian ilmiah keislaman dan kemasyarakatan. Beberapa kitab klasik yang menjadi pedoman dan pegangan masyarakat diangkat kepermukaan secara wajar dan didiskusikan dalam sebuah forum terbatas secara mendalam. Tema yang diangkat beragam dari Islam klasik seperti kitab fiqih Sabilal Muhtadin serta beberapa kitab lainnya karya syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, kitab tasyauf Ad Durun Nafis karya Syekh Muhammad Nafis dan lain-lain, sampai tema-tema kontemporer dan actual menjadi perbincangan yang mencerahkan dan terbuka. Tujuan dari kegiatan kajian ini adalah untuk menggali khazanah pengetahuan Islam dan mendorong kemajuan budaya ilmu pengetahuan di masyarakat.
Tema-tema pluralisme dan perdamaian yang pesertanya melintasi sekat agama juga digelar bersama kawan-kawan aktifis forum dialog, sebuah forum sederhana dan bersahaja yang dirancang secara bergiliran dari rumah kerumah menjadi efektif untuk membangun kesadaran keberagaman dan perdamaian, selain itu LK3 juga sering mengadakan seminar dan diskusi publik terkait isu-isu demokrasi, serta melakukan kajian terhadap perda-perda bernuansa agama yang lagi marak di beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan.
Sebagai aktualisasi dari kegiatan kemasyarakatan LK3 melakukan penyadaran dan penguatan wacana tentang isu-isu keragaman. Tugas lainnya melakukan pendampingan ditingkat desa untuk saling berbagi pengetahuan dan bersama masyarakat di 8 desa melakukan Advokasi Berbasis Monitoring Partisipatif, terlibat bersama Aliansi Meratus dalam penguatan masyarakat adat di kawasan pegunungan Meratus, dan melakukan penyadaran lingkungan bersama kelompok kerja wartawan.